Jangan Mudah Berjanji, Jika Tidak Bisa Menepati

6:01 AM Add Comment
Sebenernya tidak mau menceritakan hal yang sepele ini, tapi walau sepele menurut saya imbasnya cukup besar. Jadi malam kemarin saya mendapat telepon dari service center salah satu provider jaringan internet. karena adanya laporan gangguan jaringan dan ada kemungkinan terjadi kerusakan diperalatan internet dari saya. akhirnya penyedia layanan internet memberikan tugas ke salah satu teknisinya untuk mengecek langsung ke rumah saya. Malam itu ia menelepon dan berjanji akan datang esok pagi, padahal esok hari saya ada acara keluarga dan akhirnya saya memutuskan untuk membatalkan acara keluarga dan menunggu di rumah yang kebetulan adalah hari libur. 

Menepati Janji


Keesokan harinya saya mengirim pesan melalui pesan singkat ke teknisi yang semalam menelepon saya. Mungkin sekitar pukul 08:30. tapi tidak ada respon sama sekali dari teknisi tersebut. saya bersabar menunggu hingga menjelang dzuhur, tetap tidak ada kabar sama sekali, saya tetap berusaha bersabar dan menunggu sampai selesai sholat ashar ternyata teknisi tersebut belum ada kabar juga.  Padahal pesan singkat yang saya kirim melalui whatsapp (WA) sudah terbaca namun tidak ia balas. Setelah itu akhirnya ia membalas dan meminta maaf karena ia tidak sempat untuk ke rumah saya. Masya Allah.. Terlepas dari kesibukan apapun ia, kenapa baru sore hari ia membalas pesan singkat saya? bukankah ia berjanji akan ke rumah pada pagi hari? ini bukan waktu kedua kalinya teknisi tersebut melakukannya. sebelumnya pun begitu (pada awal pemasangan), ia yang dulu pasang koneksi internet di rumah kami. kebiasaan janji karet ini kadang kala dianggap biasa oleh orang-orang. Padahal kita tidak tahu bahwa orang yang kita janjikanpun juga ada keperluan/kegiatan yang mungkin ia korbankan. Parahnya lagi janji pun tinggal janji. hmm...  

Mudah sekali seseorang dalam berjanji, kadangkala tak sebanding dengan kenyataan. Kita merasa mampu untuk menepati suatu janji tanpa berpikir terlebih dahulu, seperti memudahkan dalam mengucapkan sebuah janji kepada seseorang, padahal perlu kita ingat bahwa manusia adalah mahluk yang lemah (dhoif) yang tidak mempunyai kekuatan atau kemampuan dalam menepati janji tanpa ijin Allah Ta'ala. Tentu saja hal ini bukan berarti kita tidak boleh berjanji, hanya saja jangan mempermudah atau menggampangkan diri kita untuk berjanji kepada orang lain.

Dan perlu digaris bawahi bahwa hati-hatilah jika kita berjanji. Janji bagaikan sebuah hutang yang tentu saja harus ditepati. maka dari situ janganlah mudah berjanji. orang yang sering berjanji dan selalu mengingkarinya maka orang ini bisa terancam tergolong orang munafik. sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengenai ciri-ciri orang munafik;

"Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga. jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia ingkar, dan jika dipercaya ia berkhianat." (HR Bukhari).

Dan perlu diingat bahwa hukuman berat yang akan diterima oleh orang munafik adalah dimasukan di kerak neraka (neraka paling bawah) . Sebagaimana telah Allah Ta'ala abadikan didalam Al-Qur'an:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا (١٤٥)

Artinya : Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (QS. An-Nisaa 145) 

Setelah kita mengetahui bagaimana resikonya orang yang sering berkhianat dalam menepati janji, masihkah kita mau menungumbar-ngumbar janji kepada orang lain? masihkah kita mau dengan mudah berjanji sedangkan hati kita enggan untuk menepati janji tersebut? berpikirlah sebelum menyesal dikemudian hari. 

Saya berharap kita bisa mengambil pelajaran dari apa yang saya alami diatas. minimal tidak melakukan hal yang serupa kerutama dalam mengumbar-ngumbar janji. Ini adalah untuk peringatan bagi saya pribadi agar berhati-hati ketika berjanji. Semoga kita semua bisa benar-benar bisa menepati janji yang pernah kita ikrarkan dan tidak mudah mungumbar-ngumbar janji. Semoga Allah Ta'ala memberi pertolongan dan perlindungan kepada kita semua. aamiin...

Kenapa Laki-Laki Bisa Melahirkan?

9:47 AM 1 Comment

Mungkin ketika kita membaca judul Kenapa Laki-Laki Bisa Melahirkan?
Akan terlintas dibenak kita sesuatu yang mustahil dan aneh. Tentu saja hal ini memang aneh jika benar-benar terjadi, karna sudah menyalahi takdir Sang Pencipta, walaupun bisa saja terjadi karena Sang Pencipta yaitu Allah Ta'ala bisa dengan mudah melakukan apapun sesuai kehendak-Nya.

Tapi sebetulnya bukan itu, makna dari melahirkan disini adalah melahirkan sebuah tulisan. Dimana tulisan yang sudah kita tulis bisa dimuat/publish dalam sebuah media baik itu online maupun offline.. Berikut beberapa contoh tulisan saya yang dimuat disebuah media online.. berupa artikel berita.. bukan merupakan artikel yang bagus namun saya senang karena dimuat atau diterbitkan di sebuah website. ini berarti tulisan saya masih diakui dan diapresiasi.. hehe



Artikel 1:
juga dimuat di:

Artikel 2:


(tulisan saya akhiri dengan inisial "WPS")

Itulah beberapa contoh kelahiran tulisan artikel sederhana dari saya. tidak bermaksud untuk membanggakan diri, hanya saja sebagai motivasi untuk diri sendiri dan teman-teman semua agar terus bersemangat untuk menulis.. tulis.. tulis.. dan tulis... dan jangan lupa membaca karna penulis yang baik adalah pembaca yang baik pula....

Yuk melahirkan tulisan.. agar kita bisa dikenang sepanjang masa...

#AyoNulis #JanganBosanNulis #TulisTerus #TerusNulis

Popular