Liburan Sederhana dan Murah - Penghujung Tahun 2016 Menuju Tahun Baru 2017

12:49 PM
Beberapa waktu lalu, tepatnya dua hari sebelum tahun baru 2017, saya berkunjung ke rumah teman yang sudah kenal sejak jaman kuliah di Jogja. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 2-3 jam. Ini pertama kali saya main kerumahnya yang berada di daerah Cikarang Utara yaitu di Cabangbungin. Letaknya cukup jauh, berada disebuah perbatasan antara Cikarang dengan Karawang. Rumahnya dekat dengan Sungai Citarum dan berada di antara area persawahan. Niat awal menginap di rumahnya memang ingin sekalian berlibur sederhana dan murah. Mengingat teman-teman lainnya berlibur ketempat-tempat mainstream seperti ke Bandung dan Jogja, sementara saya berlibur ke Cikarang, kesebuah desa yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Rupanya niat saya disambut dengan baik oleh teman saya yang bernama Roy ini.


Liburan Sederhana dan Murah - Penghujung Tahun 2016 Menuju Tahun Baru 2017
Foto di Tanah Kering Sekitar Empang

Perjalanan yang cukup jauh membuat saya cukup kelelahan, setelah sampai rumah, saya langsung di ajak makan sayur sop dan juga makan pempek yang dibuat sedemikian rupa sampai membentuk sebuah hidangan yang enak dan menarik. Saya tinggal disebuah rumah yang dihuni oleh dua orang yaitu Roy dan Ibu nya. Saya senang mereka menerima saya dan menyambut saya dengan baik. Walau saya tahu saat itu kondisi Ibu nya Roy sedang sakit, tapi mereka berusaha memulia kan tamu. Saya merasa nggak enak hati karena sudah merepotkan keluarga yang baik ini. Semoga Allah SWT membalas kebaikannya..


Cikarang - Bekasi
Halaman Depan Rumah

Resolusi Tahun 2017
Sinar Matahari Pagi Selalu Menghangatkan Sampai Kedalam Kamar


Tiga malam, dua hari saya menginap di rumah Roy. Malam pertama saya tidur di kamar yang kebetulan lampu kamarnya saya matikan. Seperti biasa, malam pertama adalah malam penyesuaian, awalnya saya tidak bisa tidur karena saya ingin sekali ngobrol kesana-kemari sama teman saya itu, maklum sudah lama sekali tidak bertemu. Dulu di Jogja saya sering menginap di Kosannya, karena saya suka bosan sendirian berada di Kos dan tidak ada teman ngobrol. Hehe 

Malam-malam entah jam berapa saya ingin buang air kecil, saya berjalan keluar menuju ruang tamu yang ternyata listriknya dipadamkan, lalu kembali lagi ke kamar untuk minta tolong Roy menghidupkan lampu ruang tengah dan lampu kamar mandi. Setelah masuk kamar mandi, saya kaget banyak sekali kecoa disana padahal kamar mandi terbilang bersih. Mungkin ada sekitar 5-6 kecoa yang ada dilantai dan terbang ke badan saya. Kondisi air disini tidak begitu bagus, jika dipakai untuk berkumur kerasa sekali seperti ada bau karat atau mungkin seperti bau kandungan besi, maklum saja air tanah disini dekat dengan laut dan sungai. Makanya untuk konsumsi air minum, keluarga Roy membiasakan dengan mengkonsumsi air mineral yang dijual dalam bentuk galon. Sekembalinya dari kamar mandi, saya menceritakan keadaan kamar mandi. Roy juga kaget tidak seperti biasanya ada kecoa berkeliaran, memang pernah ada tapi jarang sekali dan kalaupun ada paling muncul dari lubang tepat di atas toilet. Entah mengapa saya merasa malam itu seperti sedang disambut para penghuni rumah tersebut karena pada malam-malam berikutnya tidak ada kecoa satupun dikamar mandi. 

Ada kebiasaan yang patut di contoh di keluarga ini yaitu setiap malam, Ibu Roy selalu bangun tidur dan melakukan Shalat Tahajud. Saya pikir kenapa tiba-tba lampu ruang tengah hidup (keliatan dari kamar), ternyata Ibunya bangun untuk melaksanakan shalat malam. Ini terjadi berturut-turut selama saya menginap dirumahnya. Roy bilang, itu sudah jadi kebiasaan Ibu dalam setiap malamnya. Subhanallah. Selain itu juga mereka rajin membaca Al-Qur'an setiap pagi dan sore di ruang tamunya.  terasa sekali rumahpun terasa adem walau berada di antara sawah-sawah yang baru selesai di panen. Semoga selalu menjadi keluarga yang istiqomah dan sehat selalu 


Tekstur Candi Jiwa
Tekstur Candi Jiwa

Hari pertama, hari dimana saya diajak berkunjung ke sebuah Candi yang menurut para peneliti merupakan candi tertua di Jawa bahkan lebih tua dari Candi Borobudur. Candi ini bernama Candi Jiwa. Untuk menuju Candi Jiwa tidaklah jauh dari tempat tinggal tinggal Roy. Setelah sarapan pagi dengan nasi uduk, kami berjalan menggunakan kendaraan sepeda motor melewati jembatan diatas Sungai Citarum, jembatan ini juga sebagai perbatasan antara Cikarang dengan Karawang. Hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk sampai ke Candi Jiwa. Jarak yang lumayan dekat dengan akses yang mudah membuat kami sampai Candi Jiwa pada pagi hari dengan kondisi matahari setinggi galah. Tidak ada penjaga satupun, motor hanya diparkir dirumah penduduk terakhir dekat jalanan menuju Candi Jiwa. Pertama kali saya berkunjung ke Candi Jiwa cukup merasakan aroma mistik yang lumayan bikin bulu kuduk merinding.hehe tapi tak apalah itulah serunya bermain ke tempat-tempat sejarah. Oiya saya dan teman saya tidak bayar biaya masuk atau parkir sepeserpun karena masih sepi sekali pagi itu.  


Candi Jiwa Karawang
Candi Jiwa Karawang

Cerita selengkapnya mengenai Candi Jiwa silahkan baca Candi Jiwa Karawang



Setelah selesai berkunjung ke Candi Jiwa kami langsung pulang ke rumah. Kebetulan hari itu adalah hari Jum’at. Setelah melaksanakan shalat jumat rencana kami akan mancing ikan di sungai, tadinya mau pinjam pancingan (nggak ada persiapan) dari teman Roy. Tapi ternyata rencana tinggal rencana, kami malah bablas ketiduran setelah jumatan. Haha

Malam berjalan seperti biasa, lagi-lagi saya tidak bisa memejamkan mata. Untung saja ada tempat special yang asik untuk ngobrol di rumah Roy yaitu di samping rumah yang terdapat ranjang/bale-bale. Disitulah kami ngobrol sambil menikmati kopi hitam. Senang sekali bisa menikmati malam tanpa hiruk pikuk kendaraan yang berlalu lalang. sesekali terlihat sebuah lampu obor di tengah sawah, entah sedang berburu ikan, belut atau burung.


Santai Sejenak
Terdapat Sebuah Bale Kecil di Samping Rumah, Cocok untuk Nongkrong Pagi, Sore, dan Malam Sambil Menikmati Kopi. Pemandangan di Depannya Adalah Areal Persawahan


Hari kedua, 31 Desember 2016, tepat hari Sabtu. Hari ini kami berencana berkunjung ke Pantai Pakis. Berhubung ini adalah piknik sederhana dan murah, Roy mengajak saya ke Pantai Pakis lewat Empang. Empang adalah nama tempat dimana terdapat tambak-tambak ikan bandeng. Kami melewati empang dan rumah-rumah nelayan. Jalanannya cukup kecil dan sangat rusak berbatu, tapi kami cukup menikmati perjalanan karena terlihat begitu banyak tambak-tambak ikan. Sesekali kami berhenti bila ada spot yang keren, hingga sampailah kami di Pantai Pakis. Dengan cara ini tentu saja kami tidak membayar tiket masuk karena tidak melewati gerbang penjagaan tiket. Hehe.. 

Pantai Pakis
Jalanan Sekitar Pantai Pakis
Penginapan di Pantai Pakis Karawang
Air Laut dan Pasir Pantai Pakis (Abaikan Kakinya ya :p )

Pantai Pakis
Walau Terlihat Kumuh Tapi Tetep Banyak Peminatnya kok :)

Memang tidak bisa dipungkiri, Pantai Pakis tidak seindah pantai-pantai lain. Pantai ini memiliki pasir yang berwarna gelap dengan air laut berwarna cokelat. Hari itu merupakan hari terakhir 2016. Orang-orang berbondong-bondong menuju pantai ini. Banyak sekali pengamen hari itu, kami hanya meminum kopi dan mie instan di saung tepat pinggir Pantai Pakis. Tidak lama kemudian, mungkin hanya setengah hari kami pulang ke Cabangbungin lagi dan istirahat di rumah. Tidak ada rencana apapun untuk merayakan Tahun Baru 2017. Siang itu kami langsung istirahat dan tertidur hingga menjelang sore hari. Makan malam, nonton tv, ngopi, dan ngobrol sudah menjadi liburan sederhana kami. Tepat pukul 00:00 WIB kami keluar rumah dan melihat langit-langit sudah bertebaran kembang api. Terlihat sekali warna-warna kembang api walau dari kejauhan, kami berteriak-teriak kegirangan memperagakan orang yang sedang merayakan tahun baru, mungkin lebih tepatnya seperti orang gila. Ya itu hanya keisengan kami. Saya berharap semoga ditahun 2017 ini bisa lebih baik lagi dalam segala hal 

Itu liburan sederhana saya di penghujung tahun 2016 menuju tahun 2017. ini sekaligus sebagai posting pertama saya di tahun baru 2017. 

  

Previous
Next Post »

17 comments

  1. Sulit mengabaikan kakinya hahahahah... XD ternyata kalau memang mau kita bisa mendapatkan tempat wisata asik tanpa jauh2 ya mas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha jadi malu sama kaki hahahaha

      Yup Mbak, kita bikin suasana bukan suasana bikin kita #eaaaa #apaansih hehhe

      Delete
  2. Maaaasssss aku kok tiba-tiba jadi merinding liat foto tanah kering dan ngebayangin kecoa terbang ke badan. Aku sih bakal langsung ngibrit.

    Di karawang ada candi?? Baru tau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe aku sih bukannya takut malah kaget tiba-tiba ada yang terbang ke badan, kalo gak salah ke pundak, kan kulit mereka keras sama kaki ada duri-duri kecil bikin geli aja hahaha


      Iya aku juga baru pertama ke Candi itu Mbak.. hehe.. Wajib dikunjungi :D

      Delete
  3. wow ada Candi Jiwa? seru mau ah telusuri juga makasih sharingnya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama-sama Mbak. Makasih sudah berkunjung :D

      Delete
  4. wah baru tahu ada candi dekat cikarang, eh karang ya tepatnya. Dan bener sih ya mas, liburan itu sebenarnya sederhana ya, sesederhana kita melapangkan pikiran. Tak peduli apakah liburannya ke desa, atau tempat mainstream.

    Senangnya melihat pantai, (walau memang kumuh ya) :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cikarang Mbak. Kalo candinya sendiri masuk ke wilayah Karawang. Kebetulan saja saya nginap di Cikarang perbatasan dengan Karawang, cuma dipisah sama sungai Citarum aja..


      Yup yang penting bisa terbebas dari hiruk pikuk perkotaan. Lupakan sejenak aktivitas kerja, mari berlibur! Hehe

      Delete
  5. Eh aku baru tahu kalo di perbatasan Cikarang-Karawang ada pantai juga. Tapi kok airnya warna coklat ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak airnya keruh.. Tapi cuma itu hiburan pantai disini hehe

      Delete
  6. Dari penampilan rumahnya pun terlihat asri. Wisata yang sederhana juga tetap nikmat selama kita menikmatinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huum menikmati sambil minum kopi atau teh :D

      Delete
  7. Ternyata di Cikarang ada candi tertua tho... jadi penasaran pengen ke sana, gak perlu jauh-jauh ke Jateng :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dateng Mbak mumpung masih belum ramai. Kalo udah ramai malah repot :D

      Delete
  8. Liburan sederhana bisa dilakukan dimana saja ya, yang dekat saja, tapi berkesan

    ReplyDelete
  9. Suka banget sama ilustrasi yang pertama.
    Aku menggeser mouse pelan-pelan, awalnya, otakku belum bisa mencerna, gambar apakh ini? ternyata tanh kering dengan siluet manusia. Iya, bukan makhluk halus, lho ya. Hahaha...

    Salam kenal dari boru Juntak di Borneo ya ~_*

    ReplyDelete

Halo, Terima kasih sudah membaca blog ini. Silahkan tinggalkan komentar anda disini.
Semua pesan yang anda kirim tidak akan langsung muncul karena akan kami filter terlebih dahulu untuk menghindari adanya spam :)

Popular