Mirisnya Koneksi Internet di Desa Kami

9:02 AM
Beberapa minggu terakhir ini tepatnya di bulan desember 2016, provider yang saya gunakan mengalami down koneksi untuk jaringan internet. Saya menggunakan jaringan internet dari Telkomsel karena hanya jaringan ini yang mampu menembus pelosok pedesaan. Sebagai orang yang hidup dan tinggal di sebuah Desa yang tidak terjaring jaringan internet berteknologi fiber, saya merasa sangat prihatin dengan kondisi ini. Satu-satunya provider yang biasanya saya gunakan kini mengalami gangguan koneksi internet. Jaringan menjadi tidak stabil dan terkadang saya sangat kesulitan walau hanya sekedar untuk membuka facebook sekalipun. 

Mirisnya Koneksi Internet di Desa Kami

Mengingat beberapa minggu yang lalu, saya pernah mencoba mendatangi beberapa penyedia layanan jaringan internet yang menggunakan teknologi fiber optic. Niat saya dan adik memasang jaringan internet di rumah karena kebutuhan kerja, biasanya kami memerlukan jaringan internet untuk mencari referensi, mengirim email, membuka situs, blogging dan lain sebagainya. 

Penyedia jaringan internet yang pertama saya kunjungi adalah MyRepublic. Letak kantornya ada di Kawasan Niaga Citra Grand Cibubur. Saya mendapat rekomendasi dari teman yang sudah menggunakan layanan internet MyRepublic dikawasan Perum Limus Pratama – Cileungsi. Menurut teman saya, MyRepublic mempunyai layanan yang cukup menarik bagi penggunanya, bagaimana tidak MyRepublic berani menawarkan harga yang bersaing dengan kecepatan akses yang cukup tinggi di kompetitornya. Namun sayang seribu sayang, permintaan saya untuk memasang jaringan internet di rumah ditolak karena di Desa kami belum terpasang jaringan untuk fiber optic MyRepublic.



Alamat Myrepublic Cibubur
Kantor Cabang MyRepublic di Cibubur

Alamat MyRepublic Cibubur: 
Kawasan Niaga Cibubur citra grand Blok R 8-2, Jl. Transyogi Alternative, Ciangsana Gunung Putri, Cibubur, Jatisampurna, Bogor, Jawa Barat 16968

Tempat penyedia jaringan internet yang kedua yang saya kunjungi adalah FirstMedia. Penyedia jaringan internet yang juga mengembangkan teknologi fiber optic ini agak sulit dicari karena memiliki kantor cabang yang tidak terlalu terlihat jika kita melewatinya. Saya mencari alamat kantor cabang pelayanan firstmedia yang paling dekat dengan daerah saya yaitu daerah sekitar Cileungsi-Cibubur. Saya mendapatkan alamat kantor cabangnya lalu mendatanginya, dan tentu saja saya lagi-lagi ditolak karena tempat tinggal saya belum terpasang jaringan atau apapun itu untuk signal internet firstmedia, lagi-lagi saya hanya bisa gigit jari. 

Selanjutnya saya mendatangi penyedia jasa telekomunikasi yang paling senior dan terbilang cukup tinggi dalam memasang tarif internetnya. Layanan penyedia jaringan komunikasi sekaligus jaringan internet ini dulunya bernama speedy, kini speedy berevolusi menjadi IndiHome. Saya mendatangi kantor Telkom Indonesia di kantor cabang Cileungsi, karena IndiHome merupakan produk penyedia jaringan internet hasil pengembangan pelayanan masyarakat dari Telkom Indonesia. Antrian yang cukup panjang membuat saya harus sabar menunggunya, hingga sampailah nomor antrian saya dipanggil. Saya disambut dengan baik oleh CS Telkom. Dengan bermodalkan senyum, saya menjelaskan keluh kesah saya yang ingin memasang jaringan internet di rumah. CS Telkom sempat menanyakan alasan saya ingin memasang jaringan internet, setelah itu saya memberikan KTP untuk menunjukan alamat lengkap. Data di catat lengkap dengan nomer telepon dan nomer rumah, selanjutnya CS Telkom melakukan pengecekan jangkauan jaringan (coverage) dan memastikannya kembali dengan menelpon tim teknisi. Setelah menunggu hasil, dan lagi-lagi saya harus berlapang dada dan terima kenyataan, lagi-lagi Desa kami tidak tersedia jaringan signal internet untuk produk Indihome. Sepertinya sia-sia saja, setelah berlama-lama menunggu antrian, ternyata hasilnya sama saja. Tidak ada penyedia layanan internet satupun yang mau memasang jaringannya di Desa kami. Walau harapan sudah kandas, saya tetep mengecek website indihome dan melakukan vote agar Desa saya dipasang jaringan indihome. Sampai hari ini setelah saya vote, hanya terdapat 65 vote dari lokasi saya. Semoga bisa jadi bahan pertimbangan Telkom untuk memasang jaringan internet indihome di tahun 2017. 

Rasanya sudah serba mentok dan tidak ada harapan lagi, hanya bisa menunggu tanpa kepastian. Lagi-lagi saya tetap berusaha, saya iseng membuka situs-situs penyedia layanan internet, dan mencoba mencatat beberapa nomer telepon teknisi atau hanya sekedar sales layanan tersebut. Saya menghubunginya melalui whatsapp, saat itu saya menghubungi salah satu sales dari First Media, tidak ada salahnya saya mencoba menghubunginya, siapa tahu penyedia layanan internet ini berbaik hati mau memasang jaringan internet di rumah saya. Tapi apa daya, lagi-lagi permintaan saya di tolak karena di lokasi saya belum terpasang jaringan internet First Media. Sales itu menyarankan supaya saya mengumpulkan minimal 10 keluarga untuk mengajukan permohonan apabila ingin dipasang jaringan internet :(





Walaupun saya tidak bisa mengajak tetangga untuk ikut serta menggunakan internet, namun saya sangat merekomendasi para penyedia internet segera memasang jaringannya di Desa saya yaitu Desa Cipenjo. Karena Desa yang terhimpit perumahan ini, memiliki prospek yang baik bagi penyedia layanan internet. Di sekitar rumah saya saja sudah ada sekolahan SD Pasirangin 4, ada SMP Perintis, Ada puskesmas, dan tentu saja ada Kantor Desa Cipenjo dan Rumah Kepala Desa Cipenjo. Ditambah lagi jalan di Desa kami baru saja dibangun dengan aspal jalan yang mulus. Saya rasa kedepannya akan membutuhkan jaringan internet, tinggal bagaimana sosialisasi dari pihak penyedia internet saja. 

Perlu saya tekankan, saya sengaja menyebutkan dengan gamblang merek atau penyedia layanan internet disini, tidak ada maksud menyinggung atau menghina sedikitpun, hanya sebatas study kasus sekaligus sebagai surat terbuka untuk penyedia layanan internet di Indonesia. Siapa tahu bisa sekaligus sebagai feedback positif dari pelanggan (calon pelanggan) yang berasal dari pedesaan seperti saya ini. Saya sangat berharap surat terbuka ini mengetuk hati penyedia layanan internet agar bersedia memasang layanannya tidak hanya di perumahan saja. Tapi juga di Desa-Desa yang memang penduduknya juga memerlukan jaringan internet. Saya tahu hal ini tidak mudah, pastilah memerlukan biaya yang tinggi, tapi di era teknologi digital yang semakin berkembang, kita tahu bahwa semua aktivitas offline lambat laun akan bermigrasi ke sistem online, ya tentu saja melalui internet. 

Sekali lagi saya harus kembali menggunakan perangkat internet yang saya akses menggunakan jaringan modem dari handphone saya. Saya menggunakan jaringan Internet dari kartu Simpati (Telkomsel) saya yang kemudian saya tetring ke komputer. Itu yang saya lakukan selama ini. Sebagai orang yang tinggal disebuah Desa, tentu hal ini menjadi satu-satunya pilihan. Oleh karena itu saya sangat kecewa karena belakangan ini, jaringan internet provider yang saya gunakan mengalami gangguan (down). Memang sampai saat ini saya belum menanyakan hal ini kepada custumer service atau apapun itu. Saya tidak tahu apa yang salah, apakah di tempatmu juga demikian? Saya iseng tanya ke teman yang kebetulan tinggal di Citeureup dengan provider lain yaitu Indosat. Dan ternyata diapun mengalami hal serupa, belakangan ini jaringan internetnya kacau, apa mungkin karena musim hujan?

Semoga kondisi miris akibat jaringan internet ini bisa secepatnya mendapat solusi. 

Salam


Previous
Next Post »

6 comments

  1. Padahal cileungsi kan gk terlalu jauh dr kota mas, harusnya penyedia provider bisa memperluas jaringannya.
    Dikampungku diciamis apalagi mas, sinyal kartu gsm aj agak susah, apalagi jaringan internet, beloman ada. Harus legowo dan berdoa supaya ada perubahan, amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah makanya itu Mbak, emang sih aku kan tinggal di Desa nya.. kalo di Cileeungsi sendiri masih aman soal signal tapi di DESA malah nggak kebagian. mungkin prospeknya masih suram kali ya buat penjualan/pemasaran jasa internet mereka..

      Delete
  2. Padahal terhimpit ya emang suka begitu pa lg daerah pinggiran bnr2 sabar kyk di rmhku. Visit back ya ke claragistinia.wordpress.com

    ReplyDelete
  3. cuma berbagi pengalaman nih, coba kontak langsung tehnisi lapangan telkom, dia pasti bisa mengusahakan dengan tarif pemasangan ya gitu deh nego sambil ngopi hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah om dan mereka menolak. Minimal harus ada 10 rumah yg ngajuin

      Delete

Halo, Terima kasih sudah membaca blog ini. Silahkan tinggalkan komentar anda disini.
Semua pesan yang anda kirim tidak akan langsung muncul karena akan kami filter terlebih dahulu untuk menghindari adanya spam :)

Popular