Jum'at Yang Sia-sia! Perkara Yang Sering Terabaikan

9:17 AM
Seseorang berjalan kaki tanpa hiraukan teriknya matahari sambil berdoa. Seseorang yang sengaja mandi di siang hari dengan niat ibadah, lalu berangkat dari rumah/tempat kerja menuju Mesjid. Mereka berlomba-lomba mengharapkan ridho dari Yang Maha Pencipta. Terik matahari terasa menghangatkan langkah mereka, langkah-langkah dengan niat tulus. Mereka mengharapkan keberkahan di hari Jum’at ini. Tapi setelah sampai di dalam masjid, mereka bertemu dengan rekan kerja, tetangga, saudara, atau siapapun itu, mereka mulai saling sapa, saling berbincang satu sama lain. sebagian membahas tentang bagaimana rencana tahun baru nanti, sebagian lagi bicara masalah pekerjaan, sebagian bicara seputar bisnis, dan lain sebagainya. Lupa bahwa di depannya ada seorang khatib yang sedang membacakan khutbah pada jumat siang itu. 

Larangan Bicara Saat Khutbah Jumat





Dari Ibnu Abbas radhiallahu‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَكَلَّمَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَهُوَ كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَاراً وَالَّذِى يَقُولُ لَهُ أَنْصِتْ لَيْسَ لَهُ جُمُعَةٌ

“Barangsiapa yang berbicara pada saat imam khotbah Jumat, maka ia seperti keledai yang memikul lembaran-lembaran (artinya: ibadahnya sia-sia, tidak ada manfaat, pen.). Siapa yang diperintahkan untuk diam (lalu tidak diam), maka tidak ada Jumat baginya (artinya: ibadah Jumatnya tidak sempurna, pen.).” (HR. Ahmad 1: 230. Hadis ini dha’if kata Syaikh Al-Albani)



Dari Salman Al Farisi radhiallahu‘anhu, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ ، وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ ، أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيبِ بَيْتِهِ ثُمَّ يَخْرُجُ ، فَلاَ يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ ، ثُمَّ يُصَلِّى مَا كُتِبَ لَهُ ، ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ الإِمَامُ ، إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الأُخْرَى

“Apabila seseorang mandi pada hari Jumat, dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak dan harum-haruman dari rumahnya kemudian ia keluar rumah, lantas ia tidak memisahkan di antara dua orang (melangkahi pundak orang), kemudian ia mengerjakan shalat yang diwajibkan, dan ketika imam berkhotbah, ia pun diam, maka ia akan mendapatkan ampunan antara Jumat yang satu dan Jumat lainnya.” (HR. Bukhari no. 883)


Bisingnya suara-suara obrolan saat khutbah jum’at seolah-olah sudah menjadi hal lumrah. Entah lupa atau memang tidak tahu? entah merasa tidak enak diajak ngobrol temannya, atau memang sengaja ingin ngbrol. Kegiatan sholat jum’at yang harusnya jadi tempat merenung dan mendengarkan khatib ketika menyampaikan ayat-ayat Allah SWT, justru banyak diabaikan oleh kita. Kita terlalu asik dengan urusan dunia, sangat sibuk membicarakan perkara dunia ketika khatib sedang berkhutbah. Tidakkah amat sangat disayangkan bila ibadah yang sudah kita lakukan jadi sia-sia belaka? Mirisnya, ketika orang di beri pengarahan oleh khatib , mereka akan menolak, padahal ini perkara ibadah. Seolah-olah apa yang dilakukan hal yang biasa-biasa saja. 

Larangan bicara saat jumatan


Saya jadi ingat minggu lalu ketika melaksanakan shalat jum'at di Mesjid dekat rumah (kebetulan minggu ini sedang dalam perjalanan), saya datang terakhir, hingga mendapat shaf (barisan) yang paling belakang. Disana terdapat beberapa anak kecil, remaja, dan orang dewasa. saya mencoba menyinak khutbah jum'at yang berlangsung tapi apadaya suara candaan dan obrolan lebih besar dibandingkan suara khutbah. Saya kehilangan hak untuk mendapatkan kesempatan mendengarkan khutbah jum'at. Namun apadaya, kita tidak bisa menegur saat khutbah berlangsung. Entah mereka tidak tahu atau bagaimana, hal ini selalu terjadi setiap shalat jum'at di kampung kami.


Dari Abu Hurairah radhiallahu‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ . وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ

“Jika engkau berkata pada sahabatmu pada hari Jumat, ‘Diamlah, khotib sedang berkhotbah!’ Sungguh engkau telah berkata sia-sia.”(HR. Bukhari no. 934 dan Muslim no. 851).


Jum'at Yang Sia-sia. Perkara Yang Sering Terabaikan

Itulah khutbah Jum’at yang disampaikan dengan gamblang, jelas dan juga dengan pembawaan Khatib yang cukup membumi. Saya menyukainya karena memang sangat dekat dengan kondisi saat ini. Cara penyampaian juga lugas dan sederhana namun mengena. Merupakan bahan perenungan untuk kita semua Jamaah Jum’at siang itu. Semoga kita selalu diberi petunjuk dan selalu menjalankan apa yang Allah SWT perintahkan dan menjalankan segala Sunnah Rasullullah SAW. 

Penulis berharap ini jadi bahan renungan kita semua supaya bisa sama-sama belajar dan saling mengingatkan.  Jangan sampai langkah kaki kita jadi sia-sia!



Sumber referensi: 
https://khotbahjumat.com/panduan-khutbah/hukum-berbicara-ketika-khotbah-jumat


Previous
Next Post »

1 comment

  1. Iya bener,terkadang ga sadar kalo di masjid sedang ngobrol sama orang yg duduk dekat kita. Apalagi kalo ngomongin masalah dunia ya. Pastinya akan sia2 amal ibadah kita. Trims pencerahannya mas

    ReplyDelete

Halo, Terima kasih sudah membaca blog ini. Silahkan tinggalkan komentar anda disini.
Semua pesan yang anda kirim tidak akan langsung muncul karena akan kami filter terlebih dahulu untuk menghindari adanya spam :)

Popular