Asiknya Kebakar Matahari - Perjalanan Mulai dari Lampung, Labuan Bajo - Flores, Makassar (Indonesia) hingga ke Maldives dan Filipina

11:28 PM
Malam ini saya kembali tidak dapat memejamkan mata, sudah 3 malam lamanya. Tidur menjelang pagi, saya gelisah, ada banyak yang saya pikirkan setiap malamnya. Pikiran yang selalu membuat isi kepala melayang entah kemana. 


Maldives Kani Club Med
Enjoy 

Daripada kepikiran, mending saya bercerita. Sudah hampir 3 minggu saya libur bekerja, break dari syuting film yang secara berturut-turut membuat saya harus mundar-mandir ke Bandara karena harus berpindah dari tempat satu ke tempat lainnya. Mungkin bagi yang berteman dengan saya di media sosial selalu lihat saya mengupload foto berpindah-pindah tempat? ya tentu saja, karena saya sedang bekerja dan kebetulan memang berpindah-pindah. Saya yakin sebagian teman menyangka saya sedang berlibur, karena saya tidak pernah foto ketika sedang bekerja (syuting). tentu saja ini semua ada alasannya, adapun alasan yang pertama adalah kami tidak diperbolehkan mengupload foto syuting atau set lokasi syuting ke media sosial, ini menjadi kebijakan dan peraturan perusahaan production house yang saya ikuti sampai batas waktu resminya launching film ini. 



Club Med - Kani - Maldives


Sejak bulan September 2016 kemarin saya sudah berkunjung ke tiga Negara sekaligus termasuk Indonesia. Negara yang saya kunjungi yaitu Maldives (Maladewa), Filipina, dan tentu saja Negara saya tercinta Indonesia.  

Saya  di Club Med Kani - Maldives

Sebelum saya cerita lebih jauh mengenai pekerjaan saya. Perlu saya tekankan bahwa syuting disini bukan berarti saya 'artis' dalam syutingan. Saya hanya seorang crew yang terlibat dalam salah satu pembuatan film layar lebar yang secara kebetulan syuting diberbagai tempat seperti Pulau Kani & Finolhu (Club Med – Maldives), Manila (Filipina), Lampung (Sumatera – Indonesia), Makassar (Sulawesi – Indonesia), Flores (Nusa Tenggara Timur – Indonesia), dan Jakarta. Saat ini masih tersisa syuting di Jakarta yang akan dimulai tanggal 14 - 31 Oktober 2016. 


Boat menjadi kendaraan air keseharian selama pindah pulau di Maldives

Ada beberapa yang menurut saya menarik untuk diceritakan. Saya sengaja menulis di blog saya ini agar menjadi sebuah catatan pribadi sekaligus menjadi memori bagi saya dan mungkin bagi orang-orang yang interest dengan saya (Padahal nggak ada.hehe). Beberapa catatan ini saya buat tidak mendetail hanya saya ceritakan bagian yang menurut saya harus ceritakan. Saya lebih menekankan kepada pengalaman selama melakukan perjalanan.

Arrival Card Maldives Menjadi Wajib untuk di isi
Arrival Card dari Imigrasi Bandara Maldives yang harus saya isi

Jujur saya sebelumnya belum pernah pergi keluar negeri karena menurut saya belum saatnya melakukan perjalanan kesana. Paspor saya pun terbilang masih baru dan wajar saja ketika saya tiba di Bandara Maldives (Bandar Udara International Ibrahim Nasir) menjadi target empuk untuk ditanya-tanya oleh petugas imigrasi perihal tujuan saya datang ke Maldives. Saat itu saya berdua dengan teman saya dari Jakarta, sedangkan crew yang lain sudah lebih dulu tiba disini sehari sebelumnya. Ketegangan yang terjadi dengan petugas imigrasi bandara Maldives dapat terobati setelah disambut oleh boat dari Club Med tempat dimana kami akan menginap. Saya, teman, dan rombongan tamu dari Negara lain menaiki boat yang melaju dengan smooth menembus gelombang laut Maldives malam itu. Sesampainya di dermaga, kami disambut oleh seorang penjaga Club Med dan diantarkan menuju café dimana makan malam disiapkan disitu. 

Lagoon Suite yang ada di Kani - Club Med
Lagoon Suite yang ada di Kani - Club Med
Sungguh hangat sambutannya, saya dipasangkan gelang berwarna biru telor asin sebagai tanda masuk tamu Club Med, sekaligus tiket untuk makan, minum serta menikmati fasilitas yang ada selama berada di Club Med - Kani. Saat itu malam pertama saya masuk Kani dengan dermaga yang indah dihiasi oleh lampu berwarna tungsten sepanjang dermaga. Sungguh luar biasa, banyak yang bilang Maldives merupakan surga dunia. Saya tidak mengatakan itu sebagai surga dunia akan tetapi kenyamanan yang saya dapatkan disana cukup memberikan pengalaman baru bagi saya yang berasal dari daerah pinggiran. Setiap hari kami makan sepuasnya disebuah restoran yang disajikan secara prasmanan dengan berbagai makanan, minuman, es krim, buah-buahan. dan sebagainya. Tersaji dalam sajian yang cukup menarik dan seluruh tamu Club Med dalam satu pulau semuanya makan di restoran ini. Kita bisa berjumpa turis-turis dari berbagai Negara, bisa menyaksikan para pelayan berkulit hitam namun dengan keramahannya, bisa melihat burung (sejenis bangau) yang entah burung apa namanya di sekitar restoran, dan bisa melihat orang-orang menari dipagi hari, bisa masuk kesebuah bar sepuasnya. Terlalu bebas disini, hal yang saya rasa masih terlalu tabu bagi orang timur. 
Dermaga Kapal di Kani - Club Med

Mas Frans dan Mbak Dian. Ini tempat makan pertama kali setelah baru tiba di Club Med Kani
Mas Frans dan Mbak Dian. Ini tempat makan pertama kali setelah baru tiba di Club Med Kani


Saya bersantai sambil menunggu hujan reda

Maldives Negara kepulauan yang indah dan bersih, perawatan pulau sungguh terjaga. Setiap pagi dan sore ada saja yang sibuk membersihkan sampah-sampah dipulau baik itu sampah daun maupun sampah yang berasal dari manusia. Dan tentu saja jarang yang buang sampah sembarangan disini. Beda sekali dengan di Negara kita, sebut saja kepulauan seribu, selain kebersihan yang kurang diperhatikan juga keamanan yang kurang terjamin. Sebagai contoh pernah suatu saat teman saya kehilangan sepatunya ketika ia taruh di penginapan. Sungguh menyedihkan. Tapi sudahlah, semoga kedepannya bisa lebih baik. Dan kita bisa saling menjaga kebersihan dan keamanan tempat dimana kita tinggal.

Restoran tempat kita makan selama di Club Med

Restoran di Club Med

Salah satu koki sedang menunjukan keahliannya dalam mengolah makanan

Telor mata sapi siap santap

Burung sejenis bangau yang berada di halaman Restoran

Lobby Club Med, biasanya tamu yang baru datang melapor kesini untuk kemudian mendapatkan kunci kamar

Saya dan Coach Dive dari Euro Divers Maldives

Club Med Kani dimalam hari

Selanjutnya Negara kedua yang saya kunjungi adalah Filipina. Negara ini tidak jauh berbeda seperti Jakarta. Saat itu saya mengunjungi Manila. Saya dan Crew lain menginap disebuah Hotel bernama Eurotel Pedro Gill. Tidak banyak yang istimewa disini, karena saya merasa seperti sedang berada di Jakarta. 



Lembar imigrasi yang harus kami isi ketika ke Filipina


Kemiripan-kemiripan banyak terlihat ketika kita berada di luar ruangan. Ketika kita sedang berada di Manila. Kemacetannya, warna kulit dan bentuk wajah orang manila persis dengan orang Indonesia. Hanya bahasa yang menjadi pembeda. Walaupun banyak kemiripan-kemiripan sebagai Negara serumpun (Asia Tenggara), tentu saja ada hal yang berbeda dengan Jakarta, seperti terdapat alat transportasi umum yang bernama Jeepney, bentuknya lebih mirip odong-odong yang dipake keliling-keliling kompleks oleh anak kecil di Negara kita. Setelah saya cari tahu apa dan bagaimana itu Jeepney, ternyata kendaraan ini hanya terdapat di Filipina dan merupakan mobil jeep yang berasal dari amerika, merupakan peninggalan dari perang dunia 2, mobil yang kemudian di modifikasi menjadi kendaraan angkutan kota. Selain itu ada juga kendaraan unik lain yaitu tricycle, sebuah kendaraan umum yang merupakan modifikasi motor. Di Indonesia sendiri kalau tidak salah ada di Medan. Ya 11:12 lah ya.. hehe..


Jeepney melintas depan Hotel kami

Salah satu Tricycle yang ada di Manila

Selama di Manila saya memiliki kesulitan terutama masalah makanan. Bagaimana tidak, rata-rata makanan disini mengandung daging babi (pork) sedangkan saya tidak memakan daging babi. Mohon maaf jujur saya merasa jijik dengan daging babi, walau katanya enak, kadang-kadang saya merasa mual ketika mencium aroma daging babi yang sudah dimasak dengan sedemikian ruap. Maaf ini soal selera, dan saya memutuskan sebisa mungkin untuk tidak makan daging babi. Selain itu bumbu disini juga tidak cocok dilidah, saya pikir hanya saya yang mengalaminya, ternyata teman-teman crew lainpun merasa demikian. Sambal disini pun rata-rata rasanya kecut. Wajar ada teman kami yang sengaja membawa sambal saset. Karena saya belum punya pengalaman keluar negeri, hal ini membuat saya jadi mati kutu. Saya kira cuma makanan biasa yang sambalnya aneh, ternyata makanan sejenis junk food seperti MCD, KFC pun sama menggunakan jenis sambal yang aneh dilidah saya. Hmm.. berbeda sekali dengan ketika saya berada di Maldives karena disana saya disajikan beberapa pilihan makanan yang berasal dari berbagai daerah bahkan Negara, masih banyak makanan asia yang enak dilidah. Saya tidak mengatakan makanan di Filipina buruk, tapi lebih ke tidak cocok dilidah saya dan ini merupakan penilaian subyektif saya sebagai orang Indoonesia yang terbiasa dengan makanan dengan bumbu yang berbeda dengan masakan disini. 

Mobil Polisi Manila


Jajan es di pinggir jalan sambil menikmati suasana Manila

Yang ini lumayan enak rasanya, semacam batagor tapi kayak tahu bulat bentuknya


Ada makanan yang menarik tapi tidak ingin saya makan karena jujur saya merasa jijik melihatnya. Hehe (Maaf untuk soal lidah saya tidak bisa bohong). Makanan itu adalah Balut, merupakan telor bebek yang direbus, sementara didalam telur itu sudah terbentuk embrio bebek atau bayi bebek didalam telur, ketika kita mengupasnya maka terlihatlah bentuk anak bebek, jika beruntung kita dapat telur setengah mateng yang masih terlihat sisa gumpalan darah dari dalam telur itu. Makanan ini menjadi perhatian menarik bagi saya dan memang bagi traveler yang ingin merasakan sensasi di Filipina silahkan merasakan makanan ini. 

Ini dia yang namanya Balut, silahkan mencobanya kalau berkunjung ke Filipina


Selama di Filipina, kami syuting dengan ditunggui oleh bodyguard dibantu dengan polisi setempat. Menurut berita yang saya dengar, saat kami syuting di Manila, saat itu adalah sedang gencar-gencarnya penembakan misterius (semacam petrus di Indonesia) yang menembaki siapapun pengguna dan pengedar narkoba. Sudah sekitar 3.000 orang meninggal dunia ditembak di tempat, hal ini merupakan salah satu kebijakan pemerintah Filipina untuk memerangi penyalahgunaan narkoba di Negaranya. Untung saja kami aman selama melakukan syuting disana, toh nggak ngapa-ngapain juga (ngerti kan maksudnya). 

Mata Uang Filipina berupa Peso

Saya dan Jeepney

Ada sedikit kekecewaan saya sama Negara ini, yaitu maaf agak jorok. Terutama soal limbah rumah tangga berupa air yang menggenang di jalanan sekitar kampus dimana kami syuting, enggak enak dilihatnya. Mudah-mudahan kedepannya bisa lebih diperhatikan.


Salah satu sudut kota di Manila
Kami mendapat libur satu hari selama di Manila, ketika orang-orang sibuk untuk belanja mencari oleh-oleh sementara saya pergi dengan kedua teman saya untuk berkunjung ke suatu tempat. Saya dan kedua teman saya berkunjung ke Paco Park, sebuah taman kota yang konon merupakan pemakaman. Terdapat bangunan tua dengan dikelilingi tembok batu. Walau tidak banyak yang bisa kami temui disana tapi saya cukup puas melihat bangunan tembok yang ada disana. oiya di Manila sudah ada aplikasi angkutan umum online yaitu Grab. Nah karna kami belum tahu jalanan Manila jadi pake Grab ketika menuju Paco Park. Setelah dari Paco, kami berjalan menuju pantai, diperjalanan (Jalan kaki) sempat jajan dan mencoba makanan sejenis batagor dan lumayan enak rasanya. Hmm..

Salah satu bangunan di Paco Park

Sudut lain Paco Park

Saya berdiri diatas jembatan terowongan. di foto oleh Frans Hambali
Saya dan teman saya bernama Inyonk

Saya bersama satpam Paco Park. eh satpam disini dipersenjatai senjata Api lho. biasanya pistol atau Short Gun


Setelah muter-muter lama, sepertinya kami nyasar dan segera memutuskan untuk naik kendaraan umum ke tujuan kami, selanjutnya kami menyewa tricycle dengan biaya 100 peso. Perjalanan ternyata cukup jauh untuk menuju ke pantai. Ketika sampai dipantai ternyata pantai kami bentuknya seperti pantai diancol, eh mungkin lebih ke dermaga. Airnya kotor, berbatu. Dan ada beberapa anak-anak yang sedang bermain disana. kami bahkan berinteraksi dengan mereka. 

Bocah ingusan hehe


Menjelang sore, kami langsung pulang. Tidak sempat menyaksikan sunset karena sore itu mendung. Sesampainya depan hotel Eurotel, kami tidak langsung pulang tapi menyempatkan menonton film di Movie World disalah satu pusat belanja bernama Robinsons. Film yang kami tonton saat itu “Train to Busan” saya sengaja memilih menonton film karena ingin merasakan sensasi menonton bioskop di Negara lain.hehe sempat khawatir sih pas nonton, bayangin aja gimana tuh film kalau ternyata bahasa Korea akan di translate ke bahasa Filipina? Ternyata setelah film diputar, sangkaan itu terbantahkan, film di translate kedalam bahasa Inggris..hehe.. kebetulan film ini lumayan rekomended untuk di tonton. Oiya, bioskop disini kecil ukuran layarnya sedangkan kursi penonton agak luas, mungkin semacam blitz megaplex yang ada di Grand Indonesia, Cuma minus di layar aja. 

Movie World

Tiket Nonton Train to Busan
Eh udah pagi ternyata. Udah dulu ya ceritanya. Nanti saya lanjutkan cerita perjalanan saya di Indonesia tercinta yang nggak kalah seru kok… Selamat melanjutkan aktivitas   

Previous
Next Post »

23 comments

  1. wah seru catatan perjalannya maz. semoga saya jg bs ke maldive amin

    ReplyDelete
  2. waaah, maldives aku blm prnh kesana.. udh ada rencana sih mas, tp kepending ama tujuan2 lain biasanya :D..

    nah kalo manila mah, toss dulu kita.. samaaaa, aku jg ga suka blass ama makanan di sana hahaha... pas kesana ama suami, saking bingungnya mw ngapain, kita akhirnya mutusin utk kulineran tok. dan dari sekian bnyk kuliner, cuma 1 doang yg cocok di lidah, mang inasal chicken.. itupun krn ada cab rawitnya hahahaha ;p. nth kenapa ya semua makanan di manila itu manis dan asam.. itu doang hedeuuuh ...

    eh tp ada tuh tempat wisatanya yg akhirnya kita suka, vila escudero, adi sana ada restoran air terjun.. jd kita itu makan di tengah air yg berasal dr air terjun.. bgs banget, walopun makananya ampuuuuuun ga enak samasekali ;p aku ama suami cuma makan pisang karamel trs sisanya foto2 hihihihi ;p..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya mbak tos dulu.. emang gak cocok di lidah ya kalo ke manila.. :p

      Delete
  3. Wah kereeennn banget. Resto yg di Maldive itu luas banget ya. Filiphina juga salah satu target saya, ok fix... mesti bawa saus atau sambel terasi sachet ya, haha...

    ReplyDelete
  4. Nice blog bang, Buat versi bahasa inggrisnya bang, blog wisata paling laku dikunjungi.. khususnya yg tempat-tempat wisata di Indonesia, sekalian promosiin potensi wisata negara kita..

    ReplyDelete
  5. Wow! Maldives. Kapan ya bisa kesana, udah masuk wishlist ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sip Mbak Tutty.. ajak2 ya kalo mau kesana hahahahaha

      Delete
  6. Mupeng liatnya, Maldives oh Maldibes semoga aku ada rejeki dan umur ya ke sana aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. AMIN.. iya Mbak semoga bisa jalan-jalan kesana ya :)

      Delete
  7. Asik banget ya jalan-jalan, bisa sekalian dipakai untuk ngisi blognya hehehe...

    ReplyDelete
  8. Balut seperti itu, saya juga akan menolak kalo di kasih, bukan makanan kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, tapi katanya sih proteinnya cukup tinggi :D dan tetep aja keliatan jijik ya apalagi kalo masih ada darahnya haha :D

      Delete
  9. wah seru jalan2nya. inget papi saya dulu ke filipina pulangnya bawa miniatur jeepney kecil buat pajangan. beliau jg nyobain balut >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. So sweet Mbak dapet oleh-oleh miniatur Jeepney, Khas banget tuh oleh-oleh Filipina :D
      Cobain bikin balut di rumah Mbak :p

      Delete
  10. Weeits mewah liburannya! :D btw abis break dari syuting film apaan mas? info2 dong :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini syuting Film Trinity The Nekad Traveler Mbak, Bentar lagi tayang di tahun 2017. Jangan lupa nonton ya. :D

      Delete
  11. Perjalanannya asik mas, bikin ngiri karena yang komen ini belom pernah ke semua tempat yang disebutin diatas. Kasian ya. Iya.

    ReplyDelete

Halo, Terima kasih sudah membaca blog ini. Silahkan tinggalkan komentar anda disini.
Semua pesan yang anda kirim tidak akan langsung muncul karena akan kami filter terlebih dahulu untuk menghindari adanya spam :)

Popular