Misteri Candi Jiwa, Perenggut Nyawa Hewan-hewan Ternak

3:36 PM 11 Comments
Jumat, 30 Desember 2016, Pagi itu merupakan pagi yang sedikit mendung, dua orang pemuda berjalan disebuah pematang sawah yang terbuat dari beton sepanjang areal pesawahan, dengan lebar sekitar kurang lebih satu meter, jalanan yang berbeton itu saling menghubungkan satu sama lainnya. Hingga terlihatlah dari kejauhan sebuah gundukan batu bata, mereka mendekatinya, itulah candi yang terbuat dari batu bata (tanah liat yang dibakar) dengan posisi tanah lebih rendah dari areal sawah sekitarnya. Candi ini bernama candi Jiwa. Candi yang terletak di Karawang Jawa Barat ini, diduga peninggalan Kerajaan Taruma Negara.

Candi Jiwa
Candi Jiwa, Karawang, Indonesia


Suasana sekitar Candi Jiwa  sangat sepi, tidak ada sorangpun yang ada disekitar Candi, bahkan penjaga Candi sekalipun. Kedua pemuda itu adalah Saya dan Roy. Ini pengalaman pertama saya berkunjung ke Candi Jiwa. Kesan pertama saya saat mengunjungi Candi ini adalah merasa kagum dengan nama Candi Jiwa, sekilas seperti sebuah tempat merenung. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, Candi Jiwa awal mulanya adalah sebuah gundukan tanah yang cukup tinggi, gundukan ini disebut Unur oleh masyarakat sekitar. 

Misteri Candi Jiwa, Perenggut Nyawa Hewan-hewan Ternak
Jalanan Menuju Candi Jiwa


Candi Jiwa memiliki daya magis yang cukup tinggi, terasa sekali ketika pagi itu saya dan Roy berjalan mengitari bangunan Candi Jiwa, Roy berjalan sambil bercerita mengenai Candi Jiwa terutama tentang misteri matinya ternak-ternak (kambing) yang digembalakan diatas Candi Jiwa ini, Roy mengaku tiba-tiba merasa merinding saat menceritakan matinya kambing-kambing ini. Roy bukanlah seorang guide Candi Jiwa, namun tempat tinggalnya tidak jauh dari Candi yang konon merupakan Candi tertua di tanah Jawa, bahkan lebih tua dari Candi Brorobudur.  Menurut cerita yang beredar, terjadi banjir di sekitar Batujaya, masyarakat menyelamatkan hewan ternaknya dengan menggiringnya ke gundukan tersebut, namun setiap hari selalu ada saja hewan yang mati diatasnya. Semenjak itu masyarakat menyebutnya dengan sebutan Batu Jiwa, karena selalu merenggut nyawa hewan-hewan ternak yang digembalakan diatas Candi ini. Terlitas rasa penasaran saya ingin mencoba membawa hewan ternak ke atas Candi Jiwa ini.hehe.. 

Lokasi Candi Jiwa
Candi Jiwa dipagari pagar besi

Sejarah Candi Blandongan
Tekstur Candi Jiwa
No picture is hoax
Guide Candi Jiwa
Roy Guide Palsu Candi Jiwa (Akamsi) hehe

Di dekat Candi Jiwa, terdapat juga Candi Blandongan yang sedang dalam proses pemugaran. Candi Blandongan memiliki bentuk yang lebih indah setelah beberapa kali di pugar. Awalnya hanya seperti tumpukan batu bata yang tersusun cukup rapi (terlihat foto dokumentasi disekitar Candi Blandongan). 

Candi Blandongan
Candi Blandongan


Candi blandongan adalah bangunan purbakala yang cukup lengkap dalam menyimpan berbagai situs purbakala. Teknologi dan arsitekturalnya lebih rumit dari bagunan Candi atau situs lainnya. Terdapat pintu masuk dengan memiliki delapan anak tangga. 
(sumber: inilah.com)

Candi Blandongan Karawang
Terdapat 9 anak tangga di Candi Blandongan

Saya dan Roy mengitari Candi Blandongan, Candi yang memiliki bangunan yang lebih luas dibandingkan dengan Candi Jiwa ini, sedang dilakukan proses pemugaran lanjutan. Terlihat tulisan larangan untuk turun mendekat ke Candi, saya hanya dapat mendokumentasikannya dari kejauhan saja.






Selain itu terdapat beberapa peninggalan disekitar bangunan Candi Jiwa dan Candi Blandongan. entah apa namanya, diduga akan ditemukan penemuan-penemuan lebih banyak lagi jika terus dilakukan penelitian di daerah yang penuh peninggalan purbakala ini.






Nggak Perlu Repot-repot Datang ke Tempat Service Charger Macbook – NAI REPAIR Siap Melayanani Jasa Perbaikan Charger Mac Rusak via Online

7:32 AM 4 Comments
Charger Macbook merupakan salah satu komponen kecil dari laptop Mac, namun memiliki peran yang sangat penting untuk menghidupkan laptop Mac. Pemakaian yang secara terus menerus tanpa memperhatikan jeda istirahat alat charger ini bisa berakibat fatal, salah satunya charger anda bisa meledak dan rusak. Kerusakan ini tentu saja sangat mengganggu pekerjaan, bagaimana tidak, seluruh pekerjaan yang ada didalam laptop Mac tidak dapat di akses karena charger Mac yang rusak. Sementara itu, kesibukan dikantor sangat menyita waktu dan tidak sempat untuk pergi ke tempat service charger mac, ditambah lagi jalanan yang macet, debu dan terik matahari yang membuat kita enggan untuk keluar ruangan kantor. 

service charger mac
Nai Repair - Solusi Kerusakan Charger Macbook Anda 


Lalu bagaimana kita bisa Service Charger Mac yang rusak? 

Untuk itulah kami menawarkan jasa service charger mac “NAI REPAIR” Solusi Perbaikan Charger Mac. NAI REPAIR merupakan jasa service perbaikan charger Mac. Dengan menggunakan sistem online, membuat service mac anda akan lebih mudah, aman, dan efisien. Cocok untuk para pekerja yang tidak mempunyai banyak waktu dalam mendatangi tempat service charger mac. 

Alasan kenapa Saya Tidak Mengucapkan Selamat Hari Natal

12:35 AM 4 Comments
Sehari yang lalu, tepatnya malam sebelum hari Natal 2016, teman saya yang beragama muslim mengucapkan selamat hari natal disebuah grup whattshapp, grup yang merupakan kumpulan teman-teman dari berbagai suku dan agama (kebetulan cuma ada agama islam dan Kristen disitu) ini memiliki kesamaan hobi yaitu berpetualang. Malam itu saya diam saja dan hanya menyimak. Saya membaca chat teman saya yang mengucapkan "selamat hari natal" kebeberapa teman yang kebetulan beragama Kristen di grup tersebut. 



Diam tidak membalas chat apapun dan hanya memantau. Jujur saja, saat itu saya mempunyai prinsip untuk tidak mengucapkannya, tidak ada alasan yang pasti (lemahnya keilmuan saya), namun hanya berdasarkan keyakinan saja. Saat itu saya mengira MUI sudah resmi mengharamkan seorang muslim yang mengucapkan selamat natal ke teman non muslim (Kristen). 

Saya langsung melakukan pencarian di google dan mendapatkan beberapa artikel yang menyatakan bahwa MUI tidak pernah melarang orang islam mengucapkan selamat natal tapi juga tidak menganjurkannya. Initinya tidak ada fatwa MUI yang membahas soal ini. Pernyataan ini dibantahkan oleh Din Syamsudin dalam sebuah pemberitaan tempo belakangan ini:
Pemberitaan ini pada Rabu, 24 Desember 2014

Dilansir dari tempo.co Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Din Syamsuddin meluruskan pendapat yang berkembang di masyarakat tentang MUI mengharamkan ucapan selamat Natal. Menurut Din, MUI tak pernah mengeluarkan fatwa yang melarang umat muslim mengucapkan selamat Natal pada umat Kristiani.

"Fatwa MUI pada 1981 itu tentang Perayaan Natal Bersama. Hal yang diharamkan adalah bila umat Islam mengikuti upacara Natal bersama," kata Din, yang dihubungi Tempo, Selasa, 23 Desember 2014. 

Ada pendapat lain juga dari Quraish Shihab
(Kamis, 18 Desember 2014 10:20 WIB)

Selanjutnya ada pemberitaan terupdate dari sumber lain:
Dilansir dari Acehtribunnews.com
Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan Padangan dan Sikap MUI tentang larangan bagi seorang Muslim untuk mengenakan atribut keagamaan non muslim, termasuk atribut Natal.

"Itu sifatnya ritual, bukan ucapan," ujar Ma'ruf Amin kepada wartawan di kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016).


Allah Ta’ala berfirman,

لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ


“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah: 8)



Lalu apa hubungannya MUI dengan keyakinan saya? 

Ketika berbicara mengenai keyakinan tentang meng-ESA-kan Allah SWT (Ilmu Tauhid), saya tidak segan-segan berusaha menolak apabila tidak sesuai dengan suasana hati, apalagi jika tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits.

Sebagai muslim, ada pedoman hidup yang bisa dijadikan sebagai landasan dasar ketika menentukan hukum, yaitu Al-Qur’an dan Hadits. Kedua pedoman ini bisa dijadikan petunjuk apabila seseorang tidak ingin tersesat dalam situsi kondisi yang serba rancu. 

Suatu hari guru saya bertanya, diantara Al-Qur’an dan Hadits mana yang lebih penting? Tidak ada satupun siswa yang bisa menjawab saat itu, hanya beberapa siswa yang menjawab Al-Qur’an lah yang paling penting. Namun guru saya menjawab “kalian salah”. 

Jadi menurut guru saya yang kebetulan sudah Almarhum (Muhammad Ali), “kedua-duanya penting dan sama-sama kuat, karena bayangkan saja jika kita tidak menghiraukan Hadits (Sunnah) bagaimana kita tahu tata cara sholat? Al-Qur’an hanya memerintahkan seorang muslim untuk menjalankan sholat, tapi tidak tata caranya, artinya keduanya saling melengkapi” jadi sebenarnya apasih Al-Qur’an? Apa sih Hadits? Saya akan berusaha menjawab sesuai pemahaman yang saya pelajari. Al-Qur’an merupakan ayat Allah SWT yang diturunkan melalui malaikat Jibril berupa wahyu yang diberikan kepada Rasullullah SAW sebagai petunjuk sekaligus teguran bagi umat manusia. Sedangkan Hadits merupakan segala perbuatan, perkataan, keinginan/cita-cita Rasulullah SAW.


Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. 
(Hadits Shahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali di dalam At Ta’zhim wal Minnah fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13).


Jadi kesimpulannya adalah Al-Qur’an dan Hadits (Sunnah) merupakan pedoman atau petunjuk bagi kehidupan manusia. Segala perkara atau permasalahan yang ada bisa diselesaikan dengan mengacu kepada keduanya. Nah pertanyaannya adalah bagaimana jika perkara atau permasalahan yang ada tidak dibahas di Al-Qur’an dan juga Hadits? 

Perlu kita ketahui, dalam menentukan hukum islam yang terakhir adalah melalui kesepakatan ulama (‘ijma). Ijma berlaku setelah/semenjak meninggalnya Rasulullah SAW. Kesepakatan ulama menjadi bisa menjadi dasar hukum selama adanya usaha dengan sungguh-sungguh dari para ulama dalam mencari solusi atau ketika menentukan hukum.


Kita kembali lagi ke masalah mengucapkan selamat natal di whatsapp. Saat itu saya 'mengira' bahwa MUI telah melarang seorang muslim mengucapkan selamat natal. Karena menurut saya MUI bisa saja mengeluarkan fatwa yang akhirnya bisa jadi ‘ijma jika diterapkan dan disepakati ulama? Saya mencari tahu melalui internet dan dibeberapa sumber pemberitaan mengatakan bahwa MUI tidak mengeluarkan pernyataan atau larangan mengucapkan selamat hari natal, hanya saja mengharamkan muslim yang ikut merayakan dan memakai segala atribut natal. 

Sebaliknya ada yang mengharamkan jika seorang muslim mengucapkan selamat hari natal kepada orang yang beragama Kristen. Disini jelas sekali terjadi perbedaan pendapat. 



Seperti halnya siang tadi, tepat tanggal 25 Desember 2016, bertepatan dengan hari raya natal saya menghadiri sebuah kajian keilmuan di Mesjid Darussalam Kota Wisata Cibubur. Kajian itu mengambil tema “Dialog Perbedaan Agama”. Ada dua narasumber dalam kajian tersebut. sempat disinggung tentang mengucapkan selamat natal. Ulama pertama berpendapat boleh saja asal keyakinannya tidak goyah, karena pendapat ini saya lalu mengambil jalan tengah. Akhirnya saya ikut mengucapkan hanya saja dengan cara “selamat hari raya bagi yang merayakannya” . Saya mengucapkannya melalui grup whattsapp tadi. 


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ

“Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim no. 2167). Ucapan selamat natal termasuk di dalam larangan hadits ini.  

Namun setelah itu masuk ke sesi kedua, ulama kedua mengatakan bahwa mengucapkan selamat hari natal ke non muslim hukumnya haram. Karena hari natal merupakan perayaan atas lahirnya Tuhan Yesus, dengan ikut mengucapkan berarti ikut meng’amin’kan kelahiran Tuhan Yesus. Astagfirulloh. Saya berlindung kepada Allah SWT dari perkara-perkara yang belum jelas, saya berlindung kepada Allah SWT yang bisa membolak-balikan hati manusia, semoga saya dan keluarga saya diberi petunjuk dan selalu dituntun ke jalan yang benar.


Jujur saya menyesal sudah mengucapkan Selamat hari raya walau melalui whatsapp. Semoga untuk kedepannya saya tetap berpegang teguh dengan prinsip saya. 


Alasan kenapa Tidak Mengucapkan Selamat Hari Natal 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوْا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوْهُ. قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ الْيَهُوْدُ وَالنَّصَارَى! قَالَ: فَمَنْ.
“Sungguh kalian betul-betul akan mengikuti jalan-jalan orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta hingga, andaikata mereka masuk ke lubang dhab (mirip biawak), niscaya kalian akan mengikutinya,” Kami berkata, “Wahai Rasulullah, apakah mereka adalah orang-orang Yahudi dan Nashara?” Beliau menjawab, “Siapa lagi (kalau bukan mereka) ?”
(Fathul Bari 13/300 , Muslim No. 2669) 


Mengenai Toleransi Beragama

Dewasa ini beredar isu mengenai toleransi beragama. Menghormati dan saling menghargai antar umat beragama. Seorang muslim dibilang tidak toleran ketika ia mengharamkan muslim yang mengucapkan selamat natal. 


Surat Al-Kafirun

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

“Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”


Sebentar, mari kita telaan surat Al-kafirun ini. "lakum diinukum waliya diin", surat Al-Kafirun tersebut ternyata ada di akhir surat.

Coba simak secara keseluruhan:

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ ﴿١﴾ لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ ﴿٦


Artinya :
Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." (QS. Al-Kaafiruun : 1-6)


Pertanyaannya: kenapa di taruh di akhir surat? kenapa awalnya justru kalimat "KATAKANLAH" ?

Dan hari natal adalah sebuah perayaan dari kelahiran Tuhan Yesus? Lantas kita sebagai muslim ikut serta mengucapkan selamat atas kelahirannya? Saya justru khawatir jika ikut serta mengucapkan selamat hari natal akan membuat kita meng-AMIN-kan pernyataan bahwa Yesus adalah Tuhan. Tuhan Yesus, Tuhan Bapa, dan Roh Kudus. 

Ini yang membuat saya lebih baik diam, saya berusaha bertoleran dengan cara diam, artinya saya menghindari mengucapkan selamat hari natal. Itu menurut keyakinan saya terlepas dari semua perbedaan pendapat yang ada. Semoga sikap yang saya ambil tidak membuat orang lain tersinggung karena ini masalah keyakinan. Saya menghargai teman-teman saya yang non muslim sebagai sesama manusia. Itulah makna toleransi menurut saya. 

Sumber referensi: 

Mirisnya Koneksi Internet di Desa Kami

9:02 AM 6 Comments
Beberapa minggu terakhir ini tepatnya di bulan desember 2016, provider yang saya gunakan mengalami down koneksi untuk jaringan internet. Saya menggunakan jaringan internet dari Telkomsel karena hanya jaringan ini yang mampu menembus pelosok pedesaan. Sebagai orang yang hidup dan tinggal di sebuah Desa yang tidak terjaring jaringan internet berteknologi fiber, saya merasa sangat prihatin dengan kondisi ini. Satu-satunya provider yang biasanya saya gunakan kini mengalami gangguan koneksi internet. Jaringan menjadi tidak stabil dan terkadang saya sangat kesulitan walau hanya sekedar untuk membuka facebook sekalipun. 

Mirisnya Koneksi Internet di Desa Kami

Mengingat beberapa minggu yang lalu, saya pernah mencoba mendatangi beberapa penyedia layanan jaringan internet yang menggunakan teknologi fiber optic. Niat saya dan adik memasang jaringan internet di rumah karena kebutuhan kerja, biasanya kami memerlukan jaringan internet untuk mencari referensi, mengirim email, membuka situs, blogging dan lain sebagainya. 

Penyedia jaringan internet yang pertama saya kunjungi adalah MyRepublic. Letak kantornya ada di Kawasan Niaga Citra Grand Cibubur. Saya mendapat rekomendasi dari teman yang sudah menggunakan layanan internet MyRepublic dikawasan Perum Limus Pratama – Cileungsi. Menurut teman saya, MyRepublic mempunyai layanan yang cukup menarik bagi penggunanya, bagaimana tidak MyRepublic berani menawarkan harga yang bersaing dengan kecepatan akses yang cukup tinggi di kompetitornya. Namun sayang seribu sayang, permintaan saya untuk memasang jaringan internet di rumah ditolak karena di Desa kami belum terpasang jaringan untuk fiber optic MyRepublic.

Jum'at Yang Sia-sia! Perkara Yang Sering Terabaikan

9:17 AM 1 Comment
Seseorang berjalan kaki tanpa hiraukan teriknya matahari sambil berdoa. Seseorang yang sengaja mandi di siang hari dengan niat ibadah, lalu berangkat dari rumah/tempat kerja menuju Mesjid. Mereka berlomba-lomba mengharapkan ridho dari Yang Maha Pencipta. Terik matahari terasa menghangatkan langkah mereka, langkah-langkah dengan niat tulus. Mereka mengharapkan keberkahan di hari Jum’at ini. Tapi setelah sampai di dalam masjid, mereka bertemu dengan rekan kerja, tetangga, saudara, atau siapapun itu, mereka mulai saling sapa, saling berbincang satu sama lain. sebagian membahas tentang bagaimana rencana tahun baru nanti, sebagian lagi bicara masalah pekerjaan, sebagian bicara seputar bisnis, dan lain sebagainya. Lupa bahwa di depannya ada seorang khatib yang sedang membacakan khutbah pada jumat siang itu. 

Larangan Bicara Saat Khutbah Jumat


Meliuk-liuk Hingga Membentuk! Wisudaan di IKJ - Fakultas Film dan Televisi

7:12 AM 3 Comments
Pagi itu adalah hari yang sudah lama kami nantikan. Hari dimana saya akan di wisuda. target wisuda yang saya targetkan 2 tahun ini, ternyata melenceng sampai 4 tahun lamanya. bukan karena enggan menepati target, namun saya pikir masih belum cukup 'ilmu' ketika saya harus menyandang gelar sarjana seni (S.Sn.). dan tahun 2016 ini menjadikan wisuda saya yang kedua kalinya setelah sebelumnya mendapat gelar sebagai ahlimadya (AMd) dibidang komunikasi lulusan Akademi Komunikasi Indonesia (AKINDO) beberapa tahun silam. 


Institut Kesenian Jakarta
Wisuda FFTV IKJ



Tepat pukul 05:00 WIB saya dibangunkan oleh Ibu saya dari tempat tidur disebuah hotel sekitar Cikini Raya. Maklum saja, saya orang terakhir yang memejamkan mata setelah kakak dan ibu saya malam tadi. Saya  bergegas menuju kamar mandi dan melakukan ritual mandi pagi. Saat ini menjadi pagi yang cukup dingin, tapi saya justru melawannya dengan membasahi badan saya dengan air dingin. Menurut saya, cara itu cukup efektif membuat badan jadi lebih segar dan lebih berenergi. Tidak seperti biasanya memang, seorang mantan mahasiswa yang biasa tinggal disebuah kontrakan bimbang ini, hidup bersama sampah-sampah yang entah siapa yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Mungkin saya juga termasuk, namun saya punya prinsip. “kalau malas bersih-bersih, minimal jangan buang sampah sembarangan” tapi tinggal di kontrakan yang diberi nama “Kontrakan Bimbang” tidak bertahan lama, hanya sekitar 2-3tahun. Kami hidup bersama dalam kontrakan bimbang yang busuk. Atap yang bolong karena gentengnya bocor, lantai yang dilapisi karpet permanen tidak pernah di cuci hanya dibersihkan menggunakan sapu lidi, dan kamar mandi yang jorok dan licin. Kontrakan ini semakin tidak terawat dan tidak terkontrol ketika dijadikan tempat transit mahasiswa-mahasiswa, kadang juga jadi ajang tempat menginap orang-orang yang mabuk berat dari kampus sehingga nggak bisa pulang ke rumah, ada juga yang mampir karena kosan mereka yang sudah dikunci pemiliknya akibat lewat jam malam, ada juga yang sekedar mampir sekaligus menyumbang sampah di kontrakan. Dalam hal apapun itu, pastilah ada sisi hitam putihnya tanpa terkecuali kontrakan bimbang, yang memiliki sisi positif yang bermanfaat bagi kami para penghuni dan juga para ‘pengunjung’. Kontrakan bimbang menjadi sebuah wadah kreativitas teman-teman yang ingin berkreasi, bagaimana tidak, lantai 1 dari kontrakan bimbang biasanya digunakan teman-teman mahasiswa yang katanya mahasiswa perfilman untuk workshop ketika membuat tugas kampus. Biasanya ketika akan syuting, mereka (terutama tim artistik) membuat berbagai macam property untuk keperluan syuting. Ada juga ruangan kamar yang disulap menjadi ruangan studio untuk perekaman suara, biasanya untuk proses ADR, Genteng kontrakan yang disulap menjadi kolam ikan lele yang dilapisi dengan terpal walau pada akhirnya semua ikan mati karena kepanasan, belum lagi kontrakan yang berlantai karpet ini menjadi kandang monyet karena kami sempat memelihara monyet yang mempunyai hobi buang air besar dan suka ngacak-ngacak tempat sampah yang terbuat dari plastic trashbag.  Tapi itulah beberapa hal yang terjadi di kontrakan kami, dan masih banyak lagi. Walaupun kondisinya busuk tapi kami sangat mencintai kehidupan di kontrakan ini. Amat sangat disayangkan kontrakan ini tidak bertahan sampai kami lulus kuliah satu orangpun sebagai penghuninya. Hingga terpaksa kami berpindah ke sebuah kost dengan harga yang lumayan miring dengan kondisi yang miring juga. Kata pepatah jawa “Rego Nggowo Rupo” yang berarti harga membawa kualitas barang. Wajarlah harga murah kalo fasilitas atau tempatnya seadanya. Sebagai mahasiswa yang merantau atau mahasiswa yang muak akan kemacetan Jakarta, kami cukup bersyukur walau tinggal di Kost yang bersekat triplek dan beratap asbes ini. Kost yang disiang hari seperti neraka ini (Panas), bila malam tiba, bergantilah dengan munculnya binatang kecil (nyamuk) yang entah apa fungsinya untuk kehidupan, binatang yang bisa terbang dan doyan sekali menyedot darah kami tanpa permisi. Tapi itulah manis dan pahit saya dan kawan saya sebagai mahasiswa di sebuah Kota yang selalu jadi impian bagi  siapapun. Tapi tidak pada pagi ini, dingin karena suhu ruangan yang ber-AC. Sebuah hotel yang ada di sekitar jalan Cikini Raya.  

Nendaan Iseng di Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas

12:04 AM 4 Comments
Wah gak terasa sudah bulan Desember aja ya. Udah lama pula saya gak mengupdate blog ini, biasalah alasan klasik yaitu MALAS. Hehe.. tapi selain itu juga sibuk ngurusin blog tulisan temen saya yaitu Yongshin Fanfic. blog yang berasal dari tulisan-tulisan si aii, yang doyan banget sama drama korea.haha... Jadi Nggak fokus.. padahal masih punya hutang buat ngenjutin cerita Asiknya Kebakar Matahari - Perjalanan Mulai dari Lampung, Labuan Bajo - Flores, Makassar (Indonesia) hingga ke Maldives dan Filipina bagian kedunya :p

Tadi habis random liat foto-foto yang ada di handphone, eh liat foto waktu saya sedang tendaan iseng di Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas. Saya rasa itu tidak termasuk kemping, Cuma numpang istirahat aja, lah kok gitu? Mau tau? Nanti saya ceritakan kenapa alasannya.


Jadi begini, malam hari saya berkunjung ke tempat teman saya bernama Twins, nah disana kita janjian di luar, sekedar ngebuang rasa penat, kadang-kadang kami emang suka keluar jalan bareng-bareng pas weekend. Kita janjian tuh disebuah pusat belanjaan (tapi bukan buat belanja ya). Setelah saya bersusah payah menempuh jarak jauh, maklum rumah saya di daerah pinggiran. Hehe Bogor menuju Jakarta. Sampailah saya disebuah pusat belanja itu. Ya gpplah menikmati weekend di Jakarta. Kebetulan kami berada didaerah Kelapa Gading. Saya ditemani Twins, Pritha, dan Kiki. Ngobrol ngalor ngidul sambil menikmati suasana malam yang kebetulan terdapat sebuah taman bermain yang memang sudah sepi. Kami menikmati minuman sambil mengenang cerita-cerita perjalanan kami  semasa ngetrip bareng. Pengen rasanya saya dan teman-teman merencanakan sebuah perjalanan berasama-sama lagi seperti dulu, namun apa daya teman saya sedang hamil muda, jadi gak bisa ngetrip yang aneh-aneh dulu. Jadi kita harus nahan diri dulu deh buat ngetrip bareng.

Malam itu tepat pukul 22:15 WIB kami makin asik bahas perjalanan. Tiba-tiba terlintas di hati saya untuk ngadain kemping iseng-isengan. Nah pas malam itu juga saya ngasih sarah buat kemping di Cibodas. Berhubung teman saya sedang hamil, kita gak usah sampai naik gunung atau naik ke tempat-tempat terjal. Cukup bikin tenda aja di Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas. 

Asiknya Kebakar Matahari - Perjalanan Mulai dari Lampung, Labuan Bajo - Flores, Makassar (Indonesia) hingga ke Maldives dan Filipina

11:28 PM 23 Comments
Malam ini saya kembali tidak dapat memejamkan mata, sudah 3 malam lamanya. Tidur menjelang pagi, saya gelisah, ada banyak yang saya pikirkan setiap malamnya. Pikiran yang selalu membuat isi kepala melayang entah kemana. 


Maldives Kani Club Med
Enjoy 

Daripada kepikiran, mending saya bercerita. Sudah hampir 3 minggu saya libur bekerja, break dari syuting film yang secara berturut-turut membuat saya harus mundar-mandir ke Bandara karena harus berpindah dari tempat satu ke tempat lainnya. Mungkin bagi yang berteman dengan saya di media sosial selalu lihat saya mengupload foto berpindah-pindah tempat? ya tentu saja, karena saya sedang bekerja dan kebetulan memang berpindah-pindah. Saya yakin sebagian teman menyangka saya sedang berlibur, karena saya tidak pernah foto ketika sedang bekerja (syuting). tentu saja ini semua ada alasannya, adapun alasan yang pertama adalah kami tidak diperbolehkan mengupload foto syuting atau set lokasi syuting ke media sosial, ini menjadi kebijakan dan peraturan perusahaan production house yang saya ikuti sampai batas waktu resminya launching film ini. 

10 Tempat Wisata Di Belitung Paling Seru untuk Dikunjungi

10:29 PM 3 Comments

Indonesia memang kaya akan keeksotisan alamnya, baik yang berada di daratan maupun di lautan. Salah satu pulau kecil yang menyimpan keindahan dan kekayaan alam adalah pulau Belitung. Tempat wisata di Belitung diperuntukkan khususnya bagi mereka yang menyukai dan mengagumi suasana alam laut dan pantai. Nama Belitung, sebelumnya sangat jarang disebut sebagai daerah kunjungan wisata. Namun, semenjak keindahannya diekspos dalam salah satu film nasional berjudul Laskar Pelangi, namanya kini makin mencuat, menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia. Belitung merupakan salah satu pulau dari sekian jumlah pulau yang tergabung dalam propinsi Kepulauan Bangka – Belitung.

Berikut ini ulasan mengenai tempat wisata di Belitung yang sayang untuk dilewatkan ketika Anda berkunjung di Kepulauan Bangka – Belitung:



1. Bukit Berahu

Bukit Berahu - Belitung
Bukit Berahu - Belitung

Inilah 10 Wisata Danau Terbaik di Indonesia dengan Pemandangan yang Menakjubkan

10:24 AM 5 Comments

Wisata danau terbaik di Indonesia tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Keindahan beberapa danau yang ada di Indonesia memang cukup menyita perhatian banyak wisatawan. Kondisi alam Indonesia memang memungkinkan untuk adanya wisata danau terbaik, yang wajib untuk dikunjungi dan didatangi. Bentang alam yang eksotis plus cuaca yang mendukung, membuat danau buatan atau alami bisa tampak indah di Indonesia ini. 

Wisata danau terbaik di Indonesia itu tak hanya satu atau dua saja jumlahnya. Ada puluhan danau cantik yang tersebar di seluruh kepulauan di Indonesia. Hampir setiap wilayah di Indonesia, kita bisa menjumpai danau baik yang alami atau buatan. Meski tak semua danau tersebut memiliki pemandangan yang indah, namun dipastikan bahwa lebih banyak danau yang menjanjikan kepada Anda, pemandangan alam yang indah dan juga ketenangan bagi mereka yang mengunjunginya.



10 Wisata Danau Terbaik di Indonesia


Jika dilihat dari proses terjadinya, danau dibedakan menjadi beberapa tipe. Ada danau tektonik, danau vulkanik, danau krast, glasial dan lain sebagainya. Danau pun ada yang alami dan juga buatan. Di Indonesia sendiri baik danau alami dan buatan, sebenarnya tak pernah lepas dari kunjungan wisatawan. Namun tentu saja wisatawan lebih memilih untuk mengunjungi danau alami karena diklaim lebih indah, lebih nyaman dan juga menjanjikan pemandangan alam yang sangat menakjubkan.

Sebenarnya, wisata danau terbaik di Indonesia, tak hanya didominasi oleh danau alami yang diciptakan oleh alam saja. Banyak danau buatan yang sebenarnya indah, namun kurang mendapat perhatian dari wisatawan. Namun jika Anda ingin mengunjungi wisata danau terbaik di Indonesia, berikut ini kami referensikan 10 tempat ini mungkin patut untuk diperhitungkan, Wisata danau terbaik di Indonesia ini merupakan rekomendasi dari kami:

Catatan kecil untuk Almarhum

12:47 PM Add Comment
Apa kamu pernah merasa kehilangan?
Apa kamu pernah ngerasa kangen tapi nggak bisa ketemu orang yang kita kangenin? 
Apa kamu pernah ngerasa sesak di dada saking udah nggak bisa lagi nangis? 
Apa kamu pernah punya kenangan sama orang yang kita sayangi?
Dan apakah kamu pernah ngerasa kehilangan orang tua?
Saya rasa semua itu bisa dirasakan sama  yang pernah ngalamin. 

Malam ini saya berbaring di ranjang kasur  kamar. Udah berusaha tidur, tapi nggak bisa tidur. Tiba-tiba terlintas wajah Almarhum Bapak di ingatan saya. Bagaimana tidak ingat, dulu semasa beliau masih ada, beliau kadang-kadang menghampiri saya secara tiba-tiba masuk ke kamar dan ikut tiduran di ranjang kamar saya. Kadang suka ngasih semacam nasehat, kadang juga hanya sekedar bertanya-tanya ringan seputar kegiatan saya. Malah kadang-kadang Bapak minta saya memijitin kakinya, ah saya rasa saya kangen masa-masa itu. 

Bapak inget nggak? Waktu saya masih kecil, saya suka diajak sama Bapak buat nembak burung? 
Saya inget, dulu Desa tempat kita tinggal nggak serame sekarang, belum ada yang  namanya perumahan, yang ada cuma sawah, kebun, rumah tetangga yang berjauhan, sama lapangan sepak bola bernama lapangan rawa nyancong (club sepakbolanya sendiri namanya PSC; katanya sih kependekan dari Persatuan Sepakbola Cipenjo). 

Di kasih mainan lucu (USB COMMUNICATOR STAR TREK)

1:00 PM Add Comment


Mungkin buat orang lain ini mainan biasa, tapi buat saya ini mainan yang lucu. Hadiah dari kawan saya bernama Kandar Freeman.

Jadi waktu kemarin sore, saya mampir ke toko mainannya yang ada di Blok-M Square, terus si Kandar buka mainan Communicator gitu. Awalnya agak aneh juga, ini mainan jenis apaan sih ya?

Katanya sih namanya USB COMMUNICATOR STAR TREK.



Katanya sih fungsinya bisa dipakai buat alat komunikasi via internet, pake aplikasi Skype, MSN, sama Facebook. Penasaran juga sih. kulik dulu ya :D

Asiknya bermain-main seperti anak kecil

10:37 PM Add Comment
Sebagian orang punya cara buat bikin suasana nyaman. inilah cara kami buat bikin diri kami nyaman dan melupakan sejenak segala macam masalah. mari bermain-main


 

Keseharian yang bikin penat bikin kami butuh refreshing. Beginilah kelakuan kami  diluar tetek bengek aktivitas yang ada di ibu kota. Enak sekali rasanya membebaskan diri bermain-main seperti anak kecil yang gak ada beban pikiran apalagi masalah. Hilangkan gengsi dan bermainlah bersama kami. Berlarian, bermain pasir, bermain tanah, renang di sungai, main layang-layang sampai main tabrak-tabrakan.




Foto-foto diatas diambil saat mendaki ke Gunung Papandayan dua bulan yang lalu.  Silahkan cek disini

Minimalisir Dana Menuju Puncak Papandayan, Garut 2016.

2:01 AM 3 Comments
8 Januari 2016. Ini perjalanan kedua saya ke Gunung Papandayan. Sebelumnya saya sudah ke Gunung Papandayan 3-4 tahun sebelumnya. 

Saya dan 18 orang lain yaitu Twin, Pritha, Rizky, Bayu, Anita, Yuni,, Vina, Ganda, Inu, Veby, Ainur, Septi, Deny, Samsul, Imeh, Said, Kandar, dan Clara. Melakukan perjalanan menuju Garut, Jawa Barat. Tujuan kita adalah naik ke Gunung Papandayan ( 2665 Mdpl).

Malam itu kami berkumpul di Terminal Kampung Rambutan pukul 21:00 WIB. Berhubung hari jumat masih ada yang bekerja, maka perjalanan kami lakukan pada jumat malam dari Jakarta. Saya lupa bis yang kami tumpangi malam itu, yang jelas bukan bis Primajasa, tapi bis lain yang kebetulan ada jurusan ke Garut-nya. Tarif bisnya sendiri sebesar Rp.50.000 per-orang. Sebelum berangkat, bis yang kami tumpangi sempat ngetem mencari penumpang di gerbang keluar Terminal Kampung Rambutan. Perjalanannya sendiri memakan waktu sekitar 5 sampai 6 jam perjalanan. sekitar jam 4 subuh, kami tiba di Terminal Guntur, Garut. 

Sesampainya di Terminal Guntur, Garut. Kami duduk di sebuah emperin toko sambil nunggu angkot menuju Cisurupan. Beberapa menit kemudian datanglah seorang calo menawarkan kami angkot. ongkos angkot sendiri sekitar Rp.20.000 per-orang. Sebelum berangkat, sempat terjadi musibah. Sepatu saya hilang di Mesjid dekat Terminal. Kejadiannya tepat setelah sholat subuh. Parahnya lagi sepatu yang hilang ada dua, sepatu saya dan sepatu pendaki lainnya. Jadi buat temen-temen yang sholat subuh di Mesjid dekat Terminal Guntur, harap lebih waspada. Kata orang situ sih kejadian kayak gini sering terjadi. Berhubung ada penitipan sepatu, mending di titipin deh sepatunya. gara-gara kejadian ini saya melanjutkan perjalanan pakai sendal. huhu..

Foto bersama di Camp David

Tidak ada solusi atas kejadian ini karena tidak seorangpun tahu siapa pelakunya (mungkin ada yang pura-pura tidak tahu juga). Akhirnya kami melanjutkan perjalanan setelah sholat subuh dengan angkot menuju Simpang Cisurupan. Dari simpang Cisurupan dilanjut naik mobil pick-up. ongkos naik mobil pick-up (losbak) sekitar Rp.20.000,- dan parahnya kita pakai cuma satu pick-up. beuh.. bayangin aja kita naik satu pickup berisikan 19 orang (termasuk saya) ditambah dengan tas carier yang jumlahnya sama juga. hahaha.. 

Perjalanan kami tempuh sekitar 15-20 menit menuju gerbang Papandayan. Setelah tiba di gerbang, kita dikenai biaya registrasi yaitu sebesar Rp. 12.500 per-orang (termasuk simaksi). Selanjutnya kami tiba di Camp David sekitar pukul 08:30 WIB pagi. Dari Camp David kami mendaftarkan diri (kelompok) dengan memberikan uang seikhlasnya (aslinya mungkin gak ada biaya lagi). Bascamp ini adalah basecamp terakhir sebelum naik ke Gunung Papandayan. Sebelum berangkat mendaki kami berkumpul dan berdoa bersama sambil menikmati suasana Camp David, hingga pukul 09:00 WIB kami mulai berjalan selangkah demi selangkah menapakkan kaki menuju Gunung Papandayan. Di perjalanan menuju puncak saya sendiri bertugas sebagai pen-dokumentasi perjalanan. Dengan bermodalkan kamera DSLR Canon 7D saya merekam perjalanan berupa video dan foto. 

Berhubung dari kami ada yang baru naik gunung, maka perjalanan yang kami gunakan adalah naik dengan santai yang penting enjoy, tanpa target waktu, syukur-syukur sampai Puncak (Bagi yang berminat tentunya). Perjalanan dimulai dengan melewati sebuah jalanan nanjak berbatu dihiasi dengan asap belerang dari sebelah kiri badan ketika berjalan naik. ini adalah Kawah Papandayan. Kawah ini memperlihatkan jurang dengan asap belerangnya ditambah bau belerang yang menusuk hidung. Bagi orang yang tidak biasa mungkin akan cukup menganggu. Tapi gak usah khawatir, kamu cukup bawa masker (penutup mulut dan hidung) aja buat nanjak kesini. 

Suasana perjalanan berusaha saya nikmati sambil merekam video. lewat LCD monitor kamera DSLR yang saya bawa, saya berusaha mengabadikan momen perjalanan ini. Setelah melewati jurang yang ada asap belerangnya, tibalah kami disebuah warung (di Papandayan ada warung). Warung yang menjual beraneka macam makanan seperti indomie, kopi, gorengan, buah semangka, dan sebaginya. jadi temen-temen gak usah takut bakal kelaperan.haha. Sambil istirahat kami sambil berfoto ria (jijik banget kan) dan menikmati gorengan.haha..

 Kawah Papandayan, ini belum sampai puncak lho.. masih dibawah


Setelah istirahat beberapa menit, kami melanjutkan perjalanan melewati sebuah jurang yang dibawahnya terdapat tulisan dari tumpukan batu-batu gunung. Tulisan ini biasanya terus berganti dalam setiap waktu, diubah oleh para pendaki yang ingin mendokumentasikan perjalanannya. Seru juga sih. Selama itu gak merusak alam sih gak masalahlah :) 


Lanjut Ke Pondok Salada

Setelah melewati jurang kami sampai ke sebuah hamparan rumput yang empuk buat duduk. Bayangan saya dan teman-teman, rumputnya seperti kasur springbed.hehe di sekitar terlihat lembah Gunung dan sisa-sisa tanah longsor. kami beristirahat sebentar untuk menikmati lalu melanjutkan perjalanan ke lembah Gunung papandayan melewati pohon-pohon kecil yang tidak terlalu banyak dicampur dengan ilalang. Setelah itu melewati sebuah aliran sungai kecil (kecil banget). Dari sungai lanjut naik lagi jalan berbatu bercampur tanah. Untung aja cuaca lagi cerah, kalau hujan bisa licin nih jalan. Selanjutkan melewati sebuah hutan sampai ketemu jalanan lebar berbatu, kami istirahat lagi (istirahat mulu ya). dilanjutkan perjalanan sampai menuju post sebelum masuk Pondok Salada. Dari pos itu kami mendaftarkan ulang nama kelompok kami dengan menyerahkan kertas pendaftaran untuk didata. Agak aneh sih sebenernya, masa di data mulu. Yang jelas di Pos ini ada kotak uang yang harus di isi (katanya sih seiklhasnya). di sini terdapat warung juga lho, ada 4 warung.

Perjalanan kami lanjut. Selama perjalanan, saya kembali memotret sebuah air terjun yang hijau terlihat dari ketinggian di jalur pendakian kami hingga sekitar pukul 12:15 WIB kami tiba di Pondok Salada. Pondok Salada sendiri merupakan tempat yang lapang dan biasanya memang digunakan untuk nge-camp (pasang tenda) para pendaki. Tapi sekali lagi ada yang berbeda disini, terlihat sudah ada warung di Pondok Salada. Persis seperti warung yang ada di dekat perjalanan sebelumnya dan lebih banyak. Mungkin jumlahnya sekitar 15 warung, ditambah dengan adanya wc umum (toilet) lengkap dengan mushola. eiiitt.. walau begitu jangan anggap enteng ya, udara di Pondok Salada cukup dingin. Bisa bikin badan kita sampe mengigil, apalagi kalo sudah turun hujan/kabut. beuh.. kerasa sampai tulang.. :D

Lembah papandayan lengkap dengan bekas tanah longsor


Terlihat banyak tenda para pendaki, karena udara cukup dingin, kami memilih lokasi dibawah pohon untuk mendirikan tenda. Saya sarankan buat temen-temen yang pengen kesini, sebaiknya bikin tenda yang sedikit masuk ke dalam hutan-hutan kecil supaya udaranya bisa rada ketahan, kalau di tanah lapang bakal terasa banget dinginnya. Gak usah khawatir bakal kehabisan lokasi buat masang tenda, soalnya Pondok Salada cukup luas. hehe.. Ini perjalanan dengan menggunakan tenda terboros. bayangin aja kita pasang tenda sekitar 7 tenda. hahaha di Pondok Salada ini kita sudah bisa nemuin sedikit bunga edelweiss lho..

Malam hari tiba, sambil masak makanan kami menikmati teh hangat, sebagian bahkan menikmati susu jahe dan kopi. Sungguh indah rasanya. Suasana dingin, sejuk dan menyegarkan sangat terasa disini. Air dari mata air terasa banget dinginnya kalau kesentuh. brrrr.... Malam itu kami terpaksa bikin api unggun supaya badan kami tetep hangat. eit tapi kalau bikin api unggun hati-hati ya soalnya rawan kebakaran. selesai berapi unggun ria, sebaiknya api unggun di matikan/disiram. sebisa mungkin pakailah batang kayu yang benar-benar sudah mati atau kering, disamping buat ngejaga kelestarian hutan, pas kayunya di bakar juga lebih cepat hidupnya.haha Pakailah sebijak mungkin, kecuali dalam keadaan darutat. Tetep jaga lingkungan ya, kalau kata slogan pecinta alam gini; 

"Jangan ambil sesuatu kecuali gambar, jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak, jangan bunuh sesuatu kecuali waktu."


Menuju Puncak

Keesokan harinya saya bangun agak terlambat. ternyata saya ditinggal sama temen-temen yang sudah berjalan menuju puncak. Untung saja masih ada 5 orang yang masih setia menunggu tenda dan tidak naik ke puncak. Setelah masak sarapan, saya memutuskan untuk jalan ke puncak. ditemani 4 kawan yaitu Samsul, Clara, Imeh, dan Said. Sayang kalau udah kesini gak dapat gambar. 

Kami berjalan dengan membawa satu tas daypack berisi air 2 liter dan cemilan berupa snack dan roti. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 2 jam (jalan santai) untuk menuju puncak. Kami tidak naik lewat hutan mati tapi lewat jalur yang biasa digunakan untuk evakuasi, jalur ini cukup landai. Sambil merekam, kami berjalan melewati hutan menajak hingga akhirnya sampailah kami di padang edelweiss. Saya berusaha mengabadikan gambar. 

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan sampai puncak Gunung Papandayan, saat itu tepat pukul 12:00 WIB. Puncak Papandayan seperti kebon, banyak pepohonan dikanan kirinya. Disini kami berfoto ria (norak) sambil duduk santai dan menikmati perbekalan. Setelah itu kami turun menuju Hutan Mati. Perjalanan menuju hutan mati cukup terjal. lebih terjal dari jalan kita naik menuju puncak. Hati-hati ya kalau turun lewat sini. Kami menuruni sebuah tanjakan terjal (tanjakan mamang), beberapa kali terpeleset (jalanan licin), berjalan perlahan dan sampailah kami ke Hutan Mati. untungsaja pohn-pohon sekitar cukup bisa dijadikan sebagai pegangan tangan. Sampailah kita di Hutan Mati, Saya merekam beberapa video dan gambar. Menurut saya hutan mati berasal dari hutan yang kena siraman aliran lahar atau kebakaran hutan (sok tau, info lengkap cari sendiri ya, ini cuma asumsi.haha).

No picture is hoax. berikut ini album perjalanan selama di gunung Papandayan




Kandar Freeman dan dua bidadari di Tegal Alun, Gunung Papandayan



Eka Twins si Anak Gunung Papandayan


Inu pendekar kawah papandayan


Samsul dan Clara di Puncak Papandayan


Papan Puntjak Gunung Papandayan yang banyak coretannya (Jangan dituru)


Saya di Hutan Mati Gunung Papandayan


Liburan kaum kusam di Hutan Mati Gunung Papandayan

Setelah puas menikmati suasana Hutan Mati, kami melanjutkan perjalanan ke Pondok Salada, tempat dimana tenda kami berada. Hanya membutuhkan beberapa menit saja tibalah kami di Pondok Salada. Disana sudah ada teman-teman yang menunggu terutama teman yang tadi pagi sudah ke puncak duluan. mereka sedang menikmati makanan sambil packing tenda. Kami langsung bersiap-siap untuk pulang. dan tepat pukul 14:30 WIB kami berjalan pulang menuju Camp David. Sekitar pukul 17:00 WIB kami tiba di Camp David lalu melanjutkan perjalanan pulang menuju Jakarta. 

Dan inilah pengalaman dan perjalanan kami selama di Gunung Papandayan. Buat temen-temen tetep jaga kebersihan ya. Jangan buang sampah sembarangan di Gunung atau tempat wisata lainnya :) 


Rincian dan Estimasi Dana

Jadi kesimpulan biaya perjalanan berangkat dari Jakarta menuju Garut (Gn.Papandayan) sekitar Rp.50.000+Rp.20.0000+Rp.20.000+Rp.12.500=RP.102.500,- (Pergi)
sedangkan saat pulang kita tidak lagi membayar biaya masuk jadi cuma ongkos perjalanan pulang, berikut rinciannya:
  • Pickup: Rp.20.000
  • Angkot menuju terminal Guntur: Rp. 20.000
  • Bis menuju Jakarta Rp. 50.000
Jadi total biaya pulang sekitar Rp. 90.000
Kalo dihitung total seluruh pengeluaran biaya ongkos pulang-pergi sekitar
Rp.102.500+Rp.90.000=*Rp.192.500,- (Biaya tidak termasuk biaya tak terduga misalnya jajan diwarung, beli oleh-oleh dan sebagainya).



Jangan lupa kunjungi video papandayan disini 








Popular